Selasa, 30 Agustus 2016

41 Warga Asing di Singapura Terinfeksi Virus Zika

 41 Warga Asing di Singapura Terinfeksi Virus Zika
KabarTerbaru24.com.Singapura- 41 Warga Asing di Singapura Terinfeksi Virus Zika,Otoritas Singapura, Minggu, 28 Agustus 2016, mengumumkan bahwa negara mereka untuk pertama kalinya telah terpapar kasus zika. Tak tanggung-tanggung, dalam kasus pertama ini, 41 orang positif mengidap zika. Semuanya adalah warga asing yang bekerja di Singapura.

Seperti dilaporkan AFP, pasien pertama yang diketahui mengidap zika adalah wanita Malaysia berusia 47 tahun yang tinggal di kota Singapura. Sementara 40 lainnya merupakan pekerja kontruksi di berbagai distrik di Singapura.Otoritas Kemenkes Singapura mengatakan, pihaknya masih menginvestigasi bagaimana ke-41 warga asing tersebut. Yang jelas, kata otoritas Kemenkes, ke-41 orang tersebut sebelumnya tak pernah pergi ke negara-negara yang terkena wabah zika. Jadi, kemungkinannya, mereka tersebut tertular zika di Singapura.

"Yang kami tahu, mereka tak pernah mengunjungi kawasan yang terkena wabah zika, sehingga besar kemungkinan mereka terinfeksi di Singapura," demikian pernyataan otoritas Kemenkes Singapura, seperti dilaporkan AFP.Masih kata otoritas Kemenkes, dengan munculnya 41 kasus zika di Singapura, ini menunjukkan bahwa penularan zika telah terjadi secara lokal di Singapura. Untuk mencegah penyebaran lanjut, pemerintah Singapura akan melakukan pemeriksaan terhadap semua kontak dari ke-41 warga yang positif terinfeksi zika tersebut. Singapura sendiri mengestimasi, kasus zika di negaranya bisa lebih banyak lagi

"Munculnya zika di negara kami dan juga tingginya volume perjalanan warga Singapura dan juga para turis, ini membuat kasus impor zika ke Singapura tak terelakan," demikian pernyataan kementrian kesehatan SIngapura.Seperti diketahui, zika terdeteksi di Brasil tahun lalu dan sejak itu menyebar ke benua Amerika. Virus ini membuat wanita hamil terancam risiko cacat sejak lahir pada bayi. Ribuan bayi di negara Amerika Latin tersebut lahir dengan kepala berukuruan kecil (microcephaly).Keberadaan virus zika sendiri pernah terdeteksi di Asia, seperti Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia, virus Zika terdeteksi lewat sample darah di Jambi pada periode 2014-2015 saat terjadi wabah DBD di provinsi tersebut.

Di Malaysia, virus zika telah terdeteksi di negara tersebut sejak 1969. Saat itu, 24 warga Malaysia, termasuk sembialan orang asal Sabah, posiitf terkena zika. Namun setelah itu tak ada lagi laporan kasus baru zika sampai tahun 2013. Kemudian pada 2014, kembali terdeteksi kasus zika di kawasan Keningau, Sabah. Saat itu pada Agustus 2014, seorang turis asal Jerman terinfeksi virus yang menyebabkan penyusutan otak pada janin. Kasus zika di Sabah tersebut terungkap setelahh wanita Jerman tersbeut kembali ke negaranya usai berlibur tiga minggu di Sabah. Setelah dirawat selama tiga hari di rumah sakit Jerman, wanita berusia 45 tahun tersebut akhirnya pulih



Source       :  pikiran-rakyat.com

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon