Selasa, 30 Agustus 2016

Kondisi Diabetesi yang Perlu Rutin Cek Gula Darah Mandiri

 Kondisi Diabetesi yang Perlu Rutin Cek Gula Darah Mandiri
KabarTerbaru24.com.Jakarta- Kondisi Diabetesi yang Perlu Rutin Cek Gula Darah Mandiri,Selain pengaturan pola makan dan konsumsi obat, pasien diabetes (diabetes) juga perlu memonitor kadar glukosa secara teratur untuk mengendalikan gula darahnya.Pengendalian gula darah yang baik bisa mengurangi risiko komplikasi penyakit diabetes. "Makin tidak terkendali gula darah, komplikasi akan semakin cepat muncul dan risikonya lebih besar," kata dr.Em Yunir, Sp.PD-KEMD, dalam acara media edukasi yang diadakan oleh Roche Indonesia di Jakarta (30/8/16).

Pemantauan kadar gula darah bisa dilakukan di laboratorium untuk mengetahui rata-rata kadar gula darah dalam tiga bulan (HbA1C), kadar gula darah puasa, dan kadar dua jam setelah makan.Walau demikian, pemeriksaan gula darah di laboratorium tersebut tidak bisa menggambarkan variasi harian kadar gula darah. Pemeriksaan laboratorium juga seringkali baru dilakukan sebulan sekali. Karena itu juga diperlukan pemantauan gula darah mandiri (PGDM).

"Kadang diperlukan informasi tentang gula darah harian, terutama untuk pasien yang harus mencapai target kadar gula darah. Ini untuk mengetahui efektivitas regimen pengobatan," kata Em Yunir.Ia menambahkan, secara umum yang wajib melakukan cek gula darah mandiri adalah diabetesi yang menggunakan insulin, pasien yang menggunakan obat antidiabetik oral dan sering hipoglikemi. 

"Terutama kalau sering mengalami gula darah terlalu rendah atau hipoglikemi. Selain itu pasien diabetes dengan kondisi khusus, misalnya muntah-muntah dan susah makan, juga perlu cek rutin," ujar Ketua Divisi Metabolik Endikronologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.Penggunaan alat monitoring gula darah secara mandiri di rumah, bisa dipakai untuk mengetahui respon tubuh terhadap kondisi tertentu. Misalnya saja untuk mengetahui kadar gula darah setelah mengonsumsi makanan tertentu atau minum obat.

Penggunaan alat monitoring gula darah secara mandiri di rumah, bisa dipakai untuk mengetahui respon tubuh terhadap kondisi tertentu. Misalnya saja untuk mengetahui kadar gula darah setelah mengonsumsi makanan tertentu atau minum obat."Kalau hanya periksa gula darah sebulan sekali terlalu panjang. Kalau dengan monitoring sendiri, dalam waktu satu atau dua minggu sudah bisa diubah regimen pengobatannya atau modifikasi pola makan," ujarnya.

Pemeriksaan gula darah sendiri di rumah yang standar adalah sebelum makan pagi dan dua jam setelah makan. Sementara itu, diabetesi yang dengan obat-obatan dan diet hasil pemeriksaan gula darah sebulan sekalinya baik tidak diwajibkan memeriksa gula darah di rumah.

Baca juga  :  Obesitas Tingkatkan Risiko Terkena 8 Jenis Kanker 

Baca juga  :  Jerawat Harus Disembuhkan Bukan Disembunyikan 

source        :  health.kompas.com

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon