Kamis, 01 September 2016

3.000 Pencari Kerja, Rebut 90 Perusahaan, JMF Didominasi Penyedia Jasa Marketing

 3.000 Pencari Kerja, Rebut 90 Perusahaan
KabarTerbaru24.com.Balikpapan -  Di tengah perekonomian yang masih lesu, jumlah pencari kerja berusaha merebut lowongan kerja yang tersedia. Kesulitan para pencari kerja itu setidaknya tergambar dari gelaran Job Market Fair (JMF) 2016 yang berlangsung selama dua hari di Dome, mulai Selasa (30/8) kemarin. Dari 3.000 pencari kerja yang mengambil formulir lamaran, panitia hanya menyediakan 90 perusahaan. JMF dimulai pukul 08.00 Wita hingga 16.00 Wita, dan dibuka Wakil Wali Kota Rahmad Mas'ud.

Dari 90 perusahaan yang meramaikan JMF, disediakan 394 jabatan dan 1.873 lowongan kerja. Rata-rata perusahaan yang terlibat dalam JMF itu membutuhkan jasa marketing atau pemasaran. Seperti perusahaan Kaltim Venture yang bergerak di bidang analis, membutuhkan dua tenaga kerja bagian marketing. Hingga pukul 11.00 Wita kemarin, ada tiga pencaker yang sudah mengambil formulir lamaran di perusahaan ini.

“Kami butuh dua tenaga kerja bagian marketing. Paling tidak yang kami butuhkan, mereka (pelamar) paham tentang Balikpapan,” ujar Yenny, Bagian Keuangan Kaltim Venture saat menjaga stan di JMF, kemarin.Sementara itu, PT Karya Surya Gemilang (KPSG) Samarinda, menyiapkan 100 lowongan kerja dengan target merekrut sembilan pelamar.“Rata-rata kami membutuhkan bagian marketing, ada juga sebagai teller dan manajer,” aku Ovie, recruitment officer PT Karya Putra Surya Gemilang.

Kepala Disnakersos Balikpapan, Tirta Dewi mengatakan, untuk pencari kerja yang mengikuti JMF diwajibkan memiliki kartu AK 1 (kartu kuning). Dia menyebutkan, sekira tiga ribu pencari kerja sudah memiliki kartu AK 1. Sedangkan pencari kerja yang terdata di Disnakersos berjumlah 7.500 orang.

“Tapi ini juga kurang kooperatif untuk melaporkan ke kita, apakah mereka yang sudah memiliki kartu AK 1 sudah ditempatkan atau tidak. Ini yang kita perlukan, sehingga bisa mengurangi pencari kerja kita,” imbuh dia.Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud berpesan kepada pencari kerja, selain mendaftar di perusahaan, alangkah baiknya mereka juga menjadi entrepreneur.

“Apa yang saya sampaikan ini karena saya sendiri pernah alami. Saya bukan menghalangi mereka untuk mencari pekerjaan, namun alangkah baiknya bagaimana generasi pemuda saat ini bisa menjadi entrepreneur. Bukan mencari, tapi bagaimana bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” paparnya.

Lebih lanjut Wawali menjelaskan, tak selamanya menjadi seorang pengusaha itu harus memiliki banyak uang untuk modal. Namun, bagaimana belajar mandiri untuk menciptakan kreasi dan memanfaatkan kreasi yang dimilikinya.

“Generasi muda harus mengubah mindset yang selama ini hanya ingin mencari kerja, ke depan bagaimana menjadi pengusaha. Saya yakin bisa kalau mindset itu tumbuh dari diri sendiri, kalau kita bangun dengan semangat, maka insya Allah bisa tercapai,” pungkasnya.



Sumber      :  balikpapan.prokal.co

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon