Rabu, 28 September 2016

Stres Dapat Sabotase Manfaat Lemak Baik

Stres Dapat Sabotase Manfaat Lemak Baik


KabarTerbaru24.com-Stres Dapat Sabotase Manfaat Lemak Baik. Kita tahu stres dapat membuat terbangun di malam hari, terlihat lebih tua dan berkontribusi untuk membuat kesalahan di tempat kerja. 


Sebuah studi baru saja menunjukkan bahwa ketika Anda mengkonsumsi makanan berkalori tinggi dan lemak tinggi diet saat stres, ternyata dapat menyebabkan tubuh Anda membakar lebih sedikit kalori. 
"Stres mengubah cara kita mengolah makanan," kata penulis utama studi yang juga seorang Profesor Psikiatri dan Psikologi di Ohio State University, Jan Kiecolt-Glaser, kepada Huffington Post. 
Bersama timnya, Kiecolt-Glaser menemukan bahwa ketika wanita mengonsumsi makanan berkalori tinggi saat sarapan yang penuh dengan lemak-lemak baik setelah dia stres, maka tubuh mereka tak cuma hanya membakar sedikit kalori, melainkan juga meningkatkan level darah yang membahayakan. Sama seperti ketika mereka mengasup makanan yang mengandung lemak jahat. 
Untuk penelitian ini, Kiecolt-Glaser dan tim membandingkan wanita yang sarapan dengan biskuit, saus, telur dan sosis kalkun.Beberapa makanan dibuat dengan minyak kelapa, yang tinggi lemak jenuh. Lainnya makan makanan yang sama, tapi disajikan dengan minyak bunga matahari tak jenuh tunggal, yang dianggap sebagai lemak "baik". 


Kedua sarapan itu mengandung 930 kalori dan 60 gram lemak, yang hampir sama jika Anda makan Big Mac dan kentang goreng ukuran medium.
Ketika wanita-wanita itu mengalami stres sebelum sarapan, yang biasanya terpicu karena harus membersihkan cat yang tumpah di lantai karena anak bermain hingga harus mengurus orang tua yang terkena demensia, maka emosi yang terjadi saat itu akan menghancurkan manfaat yang dibawa oleh lemak baik.Wanita yang mengonsumsi makanan dengan lemak jahat menunjukkan tekanan darah yang tinggi dan meningkatkan peradangan. Kondisi itu juga dapat memicu munculnya plak di arteri. 


"Lemak baik seharusnya dapat menurunkan peradangan. Namun setelah kejadian yang membuat stres, maka efeknya akan sama dengan mereka yang makan dengan lemak jahat," katanya. 


Meski begitu, sangat penting untuk dicatat, bahwa penelitian yang dipublikasikan dalam Molecular Psychiatry ini tidak menguji pengaruh stres pada orang yang makan diet seimbang atau diet rendah kalori.Penelitian ini hanya menegaskan bahwa orang yang makan lemak yang sangat tinggi dengan mereka yang makan makanan diet kalori tinggi, keduanya hanya membakar kalori lebih sedikit saat stres. 


Artinya, stres juga dapat mensabotase faktor-faktor sehat makanan yang tadinya dapat membantu menurunkan berat badan. "Sudah jelas stres membuat sulit untuk menurunkan berat badan," kata Kiecolt-Glaser.




Baca juga   :   Begini Cara Rawat Kulit Secara Alami


Sumber       :  cnnindonesia.com

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon